Senin, 10 Desember 2012

PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM ANALISIS HUBUNGAN KOMPONEN DAN SISTEM PENDIDIKAN DI TINGKAT SD, SMP, SMA DAN PERGURUAN TINGGI

PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM 
ANALISIS HUBUNGAN KOMPONEN DAN SISTEM PENDIDIKAN
DI SD, SMP, SMA DAN PERGURUAN TINGGI

 Pengertian sistem
Sistem adalah suatu rangkaian keseluruhan, kebulatan, kesatuan dan komponen-komponen yang saling berinteraksi atau interdependensi dalam mencapai tujuan. Suatu sistem mengandung hal-hal sebagai berikut :
  •  Adanya suatu kesatuan organis
  • Adanya komponen yang membentuk kesatuan organis
  • Adanya hubungan keterkaitan antara komponen satu dengan yang lain
  • Adanya gerak dan dinamika
  • Adanya tujuan yang ingin dicapai
Pengertian pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian , kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pengertian pendidikan sebagai sistem
Pendidikan merupakan sebuah sistem yaitu komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan, dengan tujuan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada yang membutuhkan. Sistem pendidikan yang berlaku adalah pendidikan formal, non formal dan in formal, untuk itu kita harus mampu menggunakan sistem pendidikan yang  telah tersedia dengan sebaik- baiknya.
Sistem pendidikan akan selalu bersifat dinamis, kontekstual dan untuk itu suatu system pendidikan haruslah terbuka terhadap tuntutan kualitas dan relevansi.
.          
 KOMPONEN DAN HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN DALAM PENDIDIKAN 

           Agar terlaksana masing - masing fungsi yang menunjang usaha pencapaian  tujuan, di dalam suatu sistem diperlukan bagian - bagian yang akan melaksanakan fungsi tersebut. Bagian suatu sistem yang melaksanakan fungsi untuk  menunjang usaha mencapai tujuan sistem disebut komponen. Dengan demikian, jelaslah bahwa sistem itu terdiri atas komponen - komponen dan masing - masing komponen itu mempunyai fungsi khusus.
            Komponen adalah bagian dari system yang melaksanakan fungsi untuk menunjang usaha mencapai tujuan system. Komponen pendidikan berarti bagian-bagian dari sistem proses pendidikan, yang menentukan berhasil dan tidaknya atau ada dan tidaknya proses pendidikan. Karena pendidikan di katakan sebagai system maka komponen-komponen  pendidikan itu meliputi : 
1.      Peserta didik
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.
Ciri khas peserta didik :
  1. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan    insan yang unik
  2. Individu yang sedang berkembang.
  3. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
  4. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri
2.      Pendidik (orang yang membimbing)
Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungankeluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masayarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.
3.       Materi pendidikan
Materi pendidikan merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang memegang peranan pentinga dalam membantu siswa mencapai standart kompetensi dan kompetensi dasar yang berisikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau nilai yang dipelajari siswa.
4.       Alat dan metode
Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.
5.      Lingkungan pendidikan
Lingkungan pendidkan adalah segala sesuatu yang ada dan terjadi disekeliling proses pendidikan itu berlangsung (manusia dan lingkungan fisik ) yang berperan dan memberikan konstribusi terhadap proses peningkatan kualitas pendidikan dan atau kualitas lulusan pendidikan. Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.


Pengertian system pendidikan
            Keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional

SISTEM PENDIDIKAN DI BERBAGAI TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

SEKOLAH DASAR (SD)
            Sistem pendidikan disekolah dasar adalah suatu keseluruhan antara komponen-komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu dan saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pendidikan dasar.
            Pendidikan ini diselenggarakan untuk anak-anak yang telah berusia 7 tahun dengan asumsi bahwa anak seusia tersebut menpunyai tingkat pemahaman dan kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan dirinya.
            Pendidikan dasar memang diselenggarakan untuk memberikan dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi anak didik. Pendidikan dasar inilah yang selanjutnya dikembangkan untuk meningkatkan kulitas diri anak didik.

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA(SMP)
            Pendidikan SMP merupakan pendidikan menengah yang berlangsung selama 3 tahun dan bersifat umum. Yang membedakan antara pendidikan SD dan SMP adalah bahwa setiap mata pelajaran lebih diperdalam.
            Setiap mata pelajaran diajarkan oleh Guru Mata Pelajaran. Dan setiap kelas mempunyai Guru Kelas yang membimbing dan mengawasi perkembangan kepribadian murid. Pendidikan budi pekerti dilakukan dalam pelajaran setiap mata pelajaran.
            Pendidikan SMP mulai mengembangkan independensi anak sehingga pembelajaran bukan semata-mata bersifat uraian Guru kepada murid tetapi sebaliknya murid yang lebih aktif mencari ilmu dengan guru sebagai pembimbing.
            Dalam pembelajaran dengan murid yang lebih indenpenden perlu diusahakan agar murid dapat mengembangkan diri sesuai dengan kemampuannya.

SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
            Sekola Memengah Atas (SMA) adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal diIndonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (sederajat) yang ditempuh dalam waktu tiga tahun. Lulusan SMA dapat melanjutkan keperguruan tinggi atau langsung bekerja.
            Di SMA banyak sekali hal baru yang kita dapatkan. Berbagai hal baru itu ditunjang oleh kemampuan kita yang mulai berfikir dan merasakan. Proses pendewasaan dominan terjadi diSMA.
            Pendidikan selayaknya mampu memprogramkan siswa atau peserta didik menjadi manusia seutuhnya. Dalam hal ini, kemajuan bangsa juga dipengaruhi oleh pendidikan. Siswa SMA diprogram menjadi robot pengejar nilai, bukan skill. Kecendrungan siswa untuk mendalami satu bidang tertentu harus dibatasi oleh bidang lain yang harus dilewati dan harus lulus. Yang jelas, fase SMA merupakan penentu masa depan seseorang. Seorang murid akan menentukan kemana ia akan pergi setelah lulus. Dan pola fikir memegang peran penuh dalam penentuan langkah mereka.

PERGURUAN TINGGI
            Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut Mahasiswa/i, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut Dosen.
            Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi menjadi dua
  1. Perguruan Tinggi Negeri
  2. Perguruan Tinggi Swasta
Perguruan tinggi dapat berbentuk akademi, institut, politeknik, sekolah tinggi, dan universitas. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi dengan program pendidikan Diploma (D1, D2, D3, D4), Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3), dan Spesialis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar